Saturday, March 17, 2012

Janganlah Sekali-kali Berbuat Zalim

"Jika engkau melihatku, maka janganlah engkau berbuat zalim" sebuah kalimat yang keluar dari seorang laki-laki yang tubuhnya mengalami amputasi pada tangan kanannya. Pada zaman dahulu kala disuatu negeri dikisahkan ada seorang laki-laki yang selalu berbuat zalim terhadap orang lain. Suatu hari ada seorang nelayan yang telah kembali dari laut sambil membawa hasil tangkapan ikan. Kemudian nelayan tersebut dihampiri oleh seorang laki-laki dan mengatakan kepada nelayan tersebut untuk menyerahkan hasil tangkapan ikannya kepada laki-laki tersebut. Nelayan itu tidak bisa memberikan hasil tangkapannya kepada laki-laki tersebut karena hasil tangkapan ikannya akan dijual sebagai kebutuhan pokok keluarganya. Laki-laki tersebut kemudian memaksa dan merampas dengan memukul nelayan tersebut hingga jatuh. Tak lama setelah merampas ikan hasil tangkapan nelayan tadi, dibawa pulanglah ikan tersebut kerumah laki-laki itu. Tiba-tiba saat laki-laki itu akan mengambil seekor ikan tadi, ikan tersebut menggigit jari tangan kanannya. Dan laki-laki tersebut mengalami kesakitan yang luar biasa. Kemudian dipanggillah seorang tabib untuk mengobati jari tangan dari orang tersebut. Dan tabib itu mengatakan bahwa jari tangan kanan laki-laki tersebut mengalami infeksi akibat gigitan ikan dan jarinya harus diamputasi. Lalu diamputasilah jari dari laki-laki tersebut dan hilanglah rasa sakitnya. Beberapa hari kemudian laki-laki tersebut tiba-tiba mengalami kesakitan pada telapak tangan kanannya, dan seperti hari sebelumnya seorang tabib diminta untuk mengobati telapak tangan kanannya. Tabib itupun berkata bahwa telapak tangan kanan laki-laki tersebut menderita infeksi dan jalan untuk mengobatinya agar infeksinya tidak menyebar adalah dengan mengamputasi telapak tangan kanannya. Lalu dipotonglah telapak tangan kanan laki-laki tersebut. Setelah beberapa hari telapak tangan laki-laki tersebut diamputasi, laki-laki itu mendatangi tabib dan mengatakan bahwa lengan tangan kanannya merasa kesakitan. Dan laki-laki itu minta diobati. Sang tabib pun hanya bisa melakukan operasi dengan cara mengamputasi lengan tangan kanannya karena lengan tangan kanan orang tersebut masih terinfeksi. Kemudian dipotonglah lengan tangan kanan laki-laki tersebut. Selang beberapa hari laki-laki itu mendadak merasa kesakitan kembali pada lengan tangan kanan bagian atas dan meminta tabib untuk mengobati rasa sakitnya. Sang tabib pun bertanya pada laki-laki tersebut. Apakah engkau pernah melakukan kezaliman pada seseorang? Laki-laki itupun menjawab bahwa dia pernah merampas hasil tangkapan seorang nelayan dan memukul nelayan tersebut hingga terjatuh. Kemudian sang tabib itu berkata kepada laki-laki itu untuk mencari nelayan tersebut dan meminta maaf kepadanya. Laki-laki itupun mencari nelayan yang pernah dia zalimi, dan dia bertemu nelayan tersebut lalu kemudian ia meminta maaf dan nelayan itupun memaafkan laki-laki tersebut. Laki-laki tersebut akhirnya tidak mengalami kesakitan lagi tetapi tangan kanan laki-laki itu tetap saja dalam keadaan buntung.

Sunday, February 26, 2012

Jangan Sombong

"Semut yang diseberang lautan jelas kelihatan, Tapi gajah dipelupuk mata tiada kelihatan. Ah! keterlaluan."
Itulah kata-kata yang disandang bagi orang yang suka melakukan perbuatan membicarakan atau membukakan aib atau keburukan dari orang lain. Kata-kata diatas dikutip dari lyric lagu berjudul "Ghibah" yang ditulis oleh H. Rhoma Irama.

Ghibah adalah suatu perbuatan membicarakan aib atau keburukan orang lain meskipun dalam kenyataannya hal tersebut adalah benar adanya. Akan tetapi ini sangat dilarang dalam agama. Karena secara batiniah jika seseorang yang sedang dibicarakan tentang keburukannya, hati orang tersebut akan merasa tersakiti.

Benar kata-kata diatas orang yang melakukan ghibah atau membicarakan keburukan orang lain banyak tidak sadar bahwa belum tentu dirinya sendiri itu sudah benar atau baik. Gajah yang ada dihadapannya dengan ukurannya yang besar dan telah menempel di depan mata saja tidak kelihatan, akan tetapi semut yang jauh letaknya diseberang lautan kenapa terlihat begitu jelas. Bukankah itu sungguh keterlaluan.

Bayangkan jika anda melakukan ghibah, maka segala pahala-pahala kebaikan anda akan ditransfer pada orang yang sedang anda bicarakan aibnya. Sedangkan dosa-dosa orang yang sedang kita bicarakan aibnya dikirim ke diri kita. Jelas kita akan merasa rugi.

Hati-hatilah saat kita berkumpul dan berbincang dengan kawan atau saudara kita. Pikir dahulu apa yang akan kita kemukakan, jangan sampai kita terlanjur membicarakan tentang keburukan-keburukan orang lain. Karena dimata Tuhan, disaat kita sedang melakukan ghibah, ini sama saja dengan kita sedang memakan bangkai saudara kita yang telah mati. Tentunya ini suatu hal yang sangat menjijikan.

Terlebih lagi jika kita sedang berpuasa, apabila terlepas saja kata-kata yang menggunjingkan tentang orang lain, maka ibadah puasa kita tidak akan membuahkan pahala. Disisi lain kita hanya akan mendapatkan lapar dan haus saja. Jadi janganlah kita berbuat ghibah.

Mari kita saling mengingatkan apabila ada kawan atau saudara kita yang terkadang masih ada yang berbuat ghibah. Ini semata-mata demi kebaikan kita juga saudara kita. Dan mintalah selalu kepada Allah SWT agar kita selalu terjaga dan terhindar dari perbuatan ghibah ini. Wallahu'alam Bishawab.

Selalu Bersyukur

Punya mobil Alhamdulillah, Punya motor Alhamdulillah, Punya sepeda Alhamdulillah, Punya ongkos Alhamdulillah.
Bisa nelpon Alhamdulillah, Bisa sms Alhamdulillah, Bisa miscall Alhamdulillah, Bisa minjem Alhamdulillah....
Bersyukurlah atas semua yang dipunya, Bersyukurlah atas semua yang dirasa..."

Itulah sepenggal lyric di awal lagu berjudul Alhamdulillah yang ditulis dan dinyanyikan oleh sebuah band The Nunung CS. Mendengarkan keseluruhan lagu ini menyadarkan saya, bahwa sudah selayaknya kita bersyukur dengan keadaan kita saat ini. Pernahkah suatu ketika anda memberi uang atau barang kepada seseorang dan si penerima tersebut mengucapkan Terima Kasih kepada anda?. Disaat anda mendengar ucapan Terima Kasih yang tulus dari orang tersebut, pasti anda merasa ingin memberi lebih lagi kepada orang tersebut suatu saat nanti.

Begitu juga Sang pencipta yang telah memberikan kehidupan dan segala isinya didunia ini kepada semua mahluk ciptaan-Nya, maka Tuhan akan selalu memberikan kelebihan dan tambahan bagi siapapun yang bisa bersyukur atas apa yang telah dilimpahkan, baik itu nikmat rezeki, iman, dan segalanya. Tuhan pasti lebih mulia dan lebih tulus untuk melakukan hal itu.

Jika anda saat ini sedang bekerja dan merasa masih perlu untuk mencari tempat kerja yang baru lagi, yang dirasa menurut anda lebih baik. Coba anda ingat-ingat lagi saat-saat ketika anda belum bekerja dulu. Bandingkan dengan saat anda sudah mendapatkan pekerjaan saat ini. Dan cobalah untuk bersyukur kepada Tuhan, bahwa karena hanya Dia yang sepenuhnya telah membantu anda untuk mendapatkan pekerjaan. Usaha dan kerja keras itu penting tapi Bersyukur itu jangan sampai lupa. Karena Tuhan akan murka seandainya kita tidak dapat berterima kasih atas karunia-Nya dan pertolongan-Nya.

Jangan pernah mengeluh tentang cuaca. "Aduh panas banget hari ini bikin haus", "Yah, hujan lagi-hujan lagi, kapan cucian kering nih", atau yang lainnya seperti "Macet terus bikin stress". Apakah selesai dengan cara mengeluh. Hujan, panas, itu sudah diatur oleh yang Maha Kuasa. Dan Tuhan juga tidak akan menurunkan hujan atau memberi panas-Nya terus-menerus. Semua itu ada maksudnya yang terkadang kita masih saja sulit untuk menerima hal tersebut. Kondisi kehidupan sosial yang berubah-ubah tidak perlu panik, frustrasi apalagi stress. Jika kita memang dihadapkan pada masalah-masalah seperti itu ya sudah jalani saja dan syukuri, karena dengan adanya masalah yang demikian akan membuat diri kita belajar untuk menjadi manusia yang semakin ulet dan siap untuk menghadapi segala cobaan.

Dan jika pada suatu ketika anda berada di posisi kurang beruntung, apalagi yang bisa kita lakukan kecuali bersyukur dengan keadaan demikian. Toh, Tuhan tidak akan membiarkan mahluk-mahluknya yang telah berikhtiar dengan jujur. Tuhan selalu mempunyai rencana-rencana yang baik untuk kita sebagai salah satu dari mahluk-mahluk ciptaan-Nya, selama kita meminta dan selalu bersyukur kepada-Nya.

(Thanks a Lot to The Nunung CS Band atas lyric dan lagunya. Semoga Allah SWT selalu memberikan limpahan rezeki yang banyak sekali kepada Anda. Amin.)